{"id":436,"date":"2016-01-29T17:34:05","date_gmt":"2016-01-29T10:34:05","guid":{"rendered":"http:\/\/apmi-online.org\/?p=436"},"modified":"2016-11-14T17:30:24","modified_gmt":"2016-11-14T10:30:24","slug":"pemerintah-agar-beri-kemudahan-perusahaan-migas","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/apmi-online.org\/pemerintah-agar-beri-kemudahan-perusahaan-migas\/","title":{"rendered":"Pemerintah Agar Beri Kemudahan Perusahaan Migas"},"content":{"rendered":"<div class=\"fusion-fullwidth fullwidth-box fusion-builder-row-1 nonhundred-percent-fullwidth non-hundred-percent-height-scrolling\" style=\"--awb-border-radius-top-left:0px;--awb-border-radius-top-right:0px;--awb-border-radius-bottom-right:0px;--awb-border-radius-bottom-left:0px;--awb-flex-wrap:wrap;\" ><div class=\"fusion-builder-row fusion-row\"><div class=\"fusion-layout-column fusion_builder_column fusion-builder-column-0 fusion_builder_column_1_1 1_1 fusion-one-full fusion-column-first fusion-column-last\" style=\"--awb-bg-size:cover;\"><div class=\"fusion-column-wrapper fusion-flex-column-wrapper-legacy\"><div class=\"fusion-text fusion-text-1\"><h6><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong>WARGONO SOENARKO<\/strong> &#8211; SEKJEN APMI<\/span><\/h6>\n<p><strong>Tren penurunan harga minyak masih berlanjut. Industri hulu tentu terpukul, pengeboran bagaimana?<br \/>\n<\/strong>Sebagai gambaran saja, dulu awal 2015 anggota kami ada 480 perusahaan penyewaan jasa pengeboran. Awal tahun ini tersisa 300 perusahaan saja<\/p>\n<p><strong>Berarti ada kebijakan PHK?<br \/>\n<\/strong>Kita lihat begini, dalam satu rig dibutuhkan paling tidak 80 orang pekerja, tetapi saat ini cukup 50 orang saja. Dan banyak perusahaan kecil yang sudah tidak bisa apa-apa. Karena, kalau <em>dikerjain<\/em> rugi, jadi <em>mending<\/em> diam.<br \/>\nNah kalau <em>ngebor<\/em> baru. Untuk <em>ngebor<\/em> satu sumur Pertamina ongkosnya 30 dolar AS per barel. Nah dengan harga rendah ini, Pertamina kan <em>mending<\/em> beli aja sendiri. <em>Nggak<\/em> usah <em>ngebor<\/em>. Tapi, <em>nggak<\/em> bisa <em>gitu<\/em> kan. Sumur ini <em>nggak<\/em> bisa mati. Sumur itu keluar terus dan harus ada pemeliharaan.<\/p>\n<p><strong>Langkah perusahaan pengeboran bagaimana?<br \/>\n<\/strong>Ya kami imbau pemerintah. Kami memang tidak bisa minta bantuan dari pemerintah langsung ke kita. Tapi, kita minta agar KKKS atau perusahaan migas diberi kemudahan sehingga mereka masih bekerja. Kalau mereka bekerja, <em>kan<\/em> kita dapat kerjaan.<\/p>\n<p><strong>Solusi lain yang ditawarkan apa?<br \/>\n<\/strong>Nah, pertama, perizinan dipermudahkan. Pajak kalau bisa diberikan keringanan. Lalu, kalau dari segi teknis, kita masih bisa efisiensi dengan kurangi orang.<\/p>\n<p><strong>Ada catatan dari asosiasi berapa angka pasti pekerja yang terpaksa di-PHK?<br \/>\n<\/strong>Catatan kami, Chevron pangkas 25 persen. Yang kita takutkan Total (di Kalimantan Timur). Karena 1,5 tahun lagi habis dia, jadi pilih diam saja. Mereka mungkin bilang ke pekerjanya, \u201cKalau <em>lo<\/em> mau keluar, keluar <em>deh<\/em>.\u201d Kita imbau kepada pemerintah yang <em>gini-gini<\/em> jangan apatis.<\/p>\n<p><strong>Untuk pengeboran, berapa persen proyek yang terpaksa ditangguhkan?<br \/>\n<\/strong>Kalau lihat skenario besar, antara gas dan geothermal masih bisa. Yang kena dampak adalah pengeboran dan <em>work over<\/em> sumur. Nah, saat ini proyek <em>work over<\/em> turun 30 persen dan pengeboran anjlok sampai 70 persen. Banyak.<br \/>\nYang paling celaka kalau sampai setop eksplorasi. Karena eksplorasi <em>nambah<\/em> cadangan. Kalau sekarang target cadangan satu juta barel. Kalau tidak eksplorasi, dia tetap satu juta. Harusnya kalau kita mau produksi satu barel, harus ada gantinya satu barel.<br \/>\nJadi harapan kami eksplorasi tetap jalan, akhirnya kami menemukan cadangan baru. Meski belum dibor, nanti saat harga minyak membaik kita ambil.<\/p>\n<p><strong>Tahun ini kondisinya bagaimana?<br \/>\n<\/strong>Akan membaik pada 2017 awal. Sekarang kita sedang sesuaikan diri harus bagaimana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 8pt;\"><em>sumber: Republika, 29 Januari 2016<\/em><\/span><\/p>\n<\/div><div class=\"fusion-clearfix\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":647,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/posts\/436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/comments?post=436"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/posts\/436\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/media\/647"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/media?parent=436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/categories?post=436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/apmi-online.org\/rest\/wp\/v2\/tags?post=436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}